Pemerintah Targetkan Satu Bank Syariah Masuk 10 Besar

7
Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo. Foto: Twitter @kemenag_ri

Pemerintah menargetkan satu bank syariah akan berada dalam jajaran 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia. Upaya tersebut akan dilakukan melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo Soedigno mengatakan, pemerintah sedang membangun pusat pendanaan berbasis halal (pooling national halal fund).

“Dalam waktu dekat diharapkan ada satu bank yang bisa masuk 10 besar buku,” ujarnya dalam dalam jumpa pers peluncuran Rencana Induk Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Saat ini menurutnya, ada 10 bank beraset terbesar di Indonesia masih dikuasai jajaran bank konvensional. Penguasaan tertinggi adalah PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) sebesar Rp1.279 triliun.

Sementara itu sekretaris KNKS Bambang Brodjonegoro mengatakan dalam jangka pendek, KNKS melalui Rencana Induk Ekonomi Syariah ingin mendorong bank-bank syariah yang saat ini sudah beroperasi untuk memperbaiki kinerjanya terlebih dahulu.

Menurutnya, bank-bank Syariah harus meningkatkan pangsa pasar agar memiliki industri yang berkelanjutan. Selama ini lebih banyak memainkan peran sebagai “cadangan” lembaga pembiayaan jika pembiayaan dari konvensional tidak cukup.

Aset perbankan syariah di Indonesia hingga akhir 2018, masih berkutat di 5,91 persen dari total aset perbankan di Indonesia. Total aset bank syariah hingga akhir 2018 sebesar Rp477,33 triliun dari total aset perbankan secara nasional yang mencapai Rp8.068,35 triliun.

Sumber: Antara