Catat! Begini Gejala Cacar Monyet Serang Manusia

26
Infografis cacar monyet (Indra Ayustira/Vertanews)

Cacar monyet atau monkeypox memiliki gejala dan tanda yang mirip penyakit sejenis lainnya. Masyarakat harus mengetahui gejala sejenis penyakit tersebut agar dapat diwaspadai meskipun penyakit itu belum ditemukan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan, Rabu, 15 Mei 2019, merilis gejala awal akibat penyakit tersebut berupa demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Masa inkubasi atau masa dari terinfeksi hingga timbulnya gejala penyakit cacar monyet biasanya enam hingga 16 hari, namun juga bisa antara lima hingga 21 hari.

Gejala penyakit itu akan berlanjut dengan munculnya ruam kulit bagian wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras.

Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang. Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 hingga 21 hari.

Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak serta terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian penyakit ini bervariasi namun kurang dari 10 persen. Sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” kata dia.