Yenny Wahid Minta Elite Politik Tahan Diri Sikapi Hasil Pemilu

13
Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid (Ummamah/Vertanews)

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid meminta setiap elit politik bisa menahan diri dan tidak menyelesaikan sengketa pemilu dengan cara jalanan. Bila cara jalanan dilakukan, kata Yenny, maka bisa berdampak pada perpecahan bangsa.

Yenny mengakui, pasca pencoblosan 17 April lalu, masyarakat terpolarisasi menjadi dua bagian dan terasa makin meruncing.

“Saya minta kepada elit politik jangan selesaikan pemilu dengan cara jalanan. Jangan sampai nanti ada pengerahan massa pro dan kontra. Rakyat jangan diadu. Kasihan rakyat,” ujar putri ketiga Gus Dur ini kepada wartawan, Rabu, 15 Mei 2019.

Lebih lanjut, Yenny memaparkan, KPU akan menetapkan pemenang Pilpres pada 22 Mei dan apapun keputusannya harus dihormatin.

Bila ada rasa kecewa saat pengumuman nanti, Yenny menilai, itu wajar dalam demokrasi dan bisa diselesaikan dengan mekanisme konstitusional.

“Pun ada yang kecewa tetap harus dilakukan sesuai konstitusi, melakui mekanisme hukum. Kan (mekanisme pemilu), baik partai kubu Pak Prabowo dan Pak Jokowi juga sudah sepakat (patuh) jauh sebelum pemilu dimulai,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh muda menggelar pertemuan silaturahmi. Pertemuan ini untuk mendiskusikan sejumlah isu terkait kondisi Indonesia saat ini.

Tuan rumah silaturahmi ini adalah Wali Kota Bogor Bima Arya. Tokoh yang hadir adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Ada juga Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Hadir juga Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono, Direktur Wahid Institute.

Pertemuan berlangsung tertutup di Museum Balai Kirti, Istana Kepresidenan RI, Bogor, Rabu, 15 Mei 2019.

(Umamah Nisaul Jannah)